Petualangan Menuju Ranu Kumbolo Mahameru
Gunung Semeru, gunung yang tidak asing bagi para pendaki dan banyak menjadi tujuan favorit karena merupaka gunung tertinggi di Pulau Jawa dan gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera serta Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Gunung Semeru memiliki ketinggian 3676 mdpl (meter dari permukaan laut) dan dapat mencapai suhu minus 0 drajat selsius di musim tertentu serta sesekali menyebabkan munculnya kepingan es di atas air maupun daun yang mengembun. Gunung Semeru sendiri berada di antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang dan termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Bagi kalangan pendaki pemula jalur
atau track yang dimiliki oleh Gunung Semeru ini cukup ramah jika hanya sampai
di Ranukumbolo karena cukup landai namun memiliki track yang cukup panjang dan
memiliki banyak bonus. Namun, jika ingin sampai ke pos Kali Mati atau puncak Gunung Semeru butuh perjuangan yang
cukup sulit sehingga tidak direkomendasikan bagi pendaki pemula dan tidak
memiliki jam terbang yang cukup. Cuaca yang dimiliki Gunung Semeru pun cukup
ekstrem dan sering berubah-ubah sehingga perlu persiapan yang sangat matang
baik itu secara fisik maupun logistic. Salah satu syarat utama dalam melakukan pendakian di Gunung Semeru adalah
kamu perlu mendaftarkan diri kamu dan rombongan kamu di website bookingsemeru.bromotenggersemeru.org
dan mengisi SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) sebagai dokumen bukti
legalitas orang untuk melakukan aktivitas tertentu dalam kawasan konservasi
termasuk kegiatan mendaki.
Setidaknya butuh waktu 4 hari untuk
mendaki Gunung Semeru hingga puncaknya pergi-pulang. Jika dari Surabaya atau
Sidoarjo, kamu dapat menggunakan transportasi umum bus atau kereta dengan
tujuan Kota Malang. Untuk tiket kereta kamu hanya perlu merogoh kocek sekitar
Rp.15.000,- dengan kereta Penataran antar kota. Setelah sampai di stasiun Kota
Malang kamu dapat melanjutkan dengan kendaraan umum seharga Rp.5000-Rp.10.000
per-orang untuk sampai ke Desa Tumpang. Setelah sampai di baseccamp Desa
Tumpang, kamu dapat melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi mobil jeep
seharga Rp.60.000-Rp.100.000 per-orang. Sebaiknya kamu melakukan proses booking
terlebih dahulu untuk menghemat waktu karena permintaan kendaraan jeep cukup
banyak dan tidak sebanding dengan unit yang tersedia, ditambah lagi saat kamu
membawa rombongan yang cukup banyak jumlah orangnya kamu dapat dikenai diskon
jika beruntung. Dalam proses menunggu jeep datang, pastikan kamu telah memiliki
surat keterangan sehat yang merupakan salah satu syarat ketika kamu akan melakukan
pendakian ke Gunung Semeru, biasanya kamu akan mengetahui informasi syarat-syarat
apa saja yang harus kamu penuhi sebelum mendaki adalah melalui SIMAKSI (Surat
Ijin Masuk Kawasan Konservasi) yang sebelumnya sudah kamu isi melalui website.
Setelah kamu mendapat giliran jeep
yang sudah kamu booking sebelumnya, kamu dapat memulai perjalanan sampai di
Desa Ranu Pani selama kurang lebih 1-2 jam. Sesampainya di Ranu Pani kamu dapat
melakukan pengecekan dokumen, serta perlengkapan lalu membeli tiket masuk
seharga Rp.10.000,- untuk hari biasa dan Rp.25.000,- untuk hari libur. Setelah
semua siap kamu akan mendapatkan antrian untuk melakukan breefing atau
pembekalan dari masyarakat desa Ranu Pani sebelum melakukan pendakian. Setelah
pembekalan kamu dapat segera memulai pendakian hingga Ranu Kumbolo sekitar 4-6
jam tergantung sebanyak apa kamu berhenti untuk beristirahat. Disepanjang
perjalanan kamu masih dapat menemukan banyak warung yang menjajakan makanan dan
minuman yang penjualnya merupakan warga sekitar kaki Gunung Semeru sendiri.
Untuk kisaran harga makanan di sepanjang jalur pendakian termasuk terjangkau
dan mayoritas memiliki variasi jenis makanan yang sama antara warung yang satu
dengan yang lain.
Setelah sampai di pos terakhir
sebelum kamu sampai di Ranu Kumbolo kamu akan melewati jalur yang curam dan
biasanya menjadi jalur penyebrangan bagi hewan-hewan liar terutama nocturnal yang
ingin meminum air di bibir danau Ranu Kumbolo sehingga pastikan ketika kamu
sampai dipos terakhir jangan pada jam-jam menuju gelap atau sekitar pukul
17.00-18.00. Sebaiknya segera bergegas jika kamu melakukan pendakian di siang
hari agar tidak terlalu sore ketika sampai di pos terakhir menuju Ranu Kumbolo.
Sesampainya di Ranu Kumbolo biasanya ketika pada hari-hari libur akan ramai pengunjung dan sulit untuk menemukan tempat yang strategis untuk membangun tenda apalagi dengan jumlah pengikut rombongan yang tidak sedikit, untuk mempercepat menemukan lokasi dalam membangun tenda cukup hanya 1-3 orang saja yang berkeliling untuk efisiensi waktu dan menghindari gerombolan sehingga menghalangi pendaki lain saat berjalan ketika berpapasan. Setelah menemukan lokasi yang pas, pastikan kamu membangun tenda yang cukup berdekatan agar mempermudah akses sesama anggota rombongan dalam melakukan aktivitas bersama seperti memasak, makan, dan mengobrol. Selain itu dengan lokasi tenda berdekatan itu dapat memberi ruang bagi pendaki lain untuk membangun tendanya sehingga tidak boros tempat dan juga dapat menjalin keakraban dengan rombongan lain.
Ketika di Ranu Kumbolo kamu dapat
memanfaatkan airnya untuk minum, memasak dan sebagainya , namun dengan tata
cara khusus agar tidak mencemari air yang ada di Ranu Kumbolo. Yaitu dengan
cara mengambil air melalui botol dan tidak dengan mencelupkan nesting atau alat makan serta alat masak lain
secara langsung di air Ranu Kumbolo karena potensi minyak yang menempel pada
alat masak/alat makan yang tercelup kedalam air dapat mencemari air di Ranu
Kumbolo yang mengakibatkan tidak dapat dikonsumsi lagi dan merusak ekosistem di
sekitarnya. Pengunjung atau pendaki juga tidak diperbolehkan mandi atau
berenang di Ranu Kumbolo dikarenakan suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan
kram atau hipotermia dan potensi tenggelam serta meninggal. Saat ini, di area
sekitar Ranu Kumbolo sudah tersedia toilet umum yang bisa di manfaatkan untuk
BAB atau BAK dengan biaya perorang Rp.5000,- persatu kali masuknya untuk
berbagai aktifitas seperti mandi, BAK, BAB, ber-wudlu, dan mandi. Sebenarnya
toilet umum tersebut tidak diperbolehkan untuk mandi karena berpotensi kram dan
hipotermia akibat air yang digunakan tersebut juga dari danau Ranu Kumbolo dan
suhu Gunung Semeru yang sangat dingin. Namun sebagian pengunjung terutama
pendaki tetap melakukan aktifitas mandi, hanya saja pada waktu-waktu tertentu
seperti di siang hari.




Komentar
Posting Komentar